Premium WordPress Themes

Minggu, 21 Juli 2013

Pendidikan di Papua Masih Memprihatinkan

Anak-anak Pedalaman Papua Haus Guru
(Foto:Ilst/google)
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.`dengan adanya pendidikan yang bermutuh, maka tingkat kecerdasan akan semakin tinggi, disamping itu harus didukung dengan suatu motivasi dari pihak yang bersangkutan entah dari Orang tua, teman maupun keluarga yang terdekat (Om,tante dll)
Pendidikan menjadi tempat pembelajaran yang penting bagi kaum pendidik. Jadi siapa saja yang memunyai keingan untuk menimbah pengetahuan serta pengalamam yang banyak di sekolah maupun di laur dari sekolah, diwenengkan dan dipersilakan untuk mengambil dan menerima semua yang berada di sekolah. Artinya bukan kita mencuri semua fasilitas perlengkapan sekolah dengan sewenang-wenang kita. Melainkan kita mengambil semua pengetahuan dari sekolah yang diberikan dari pihak sekolah yakni proses pembelajara yang mereka berikan.
Pembelajaran di sekolah sangat bagus dan sangat mendukung untuk intelektual kita. Dengan demikian, jangan kita menggap pendidikan sebagai tempat baku tipu antara murid dengan guru. Orang yang berpikir seperti hal demikian, ia belum mengerti tentang pendidikan yang sebenarnya. Maka, kita sebagai kaum pendidik harus berpikir dengan kaca mata pendidikan bahwa pendidikan yang artinya suatu usaha untuk menyadarkan para kaum pendidika agar menjadi lebih mengerti tentang pendidikan serta kehidupan kedepan masa kini maupun kehidupan masa depan.
Pendidikan ini sangat penting bagi kaum pendidik. Namun, pendidikan di Tanah Papua yang kita lihat secara bersama-sama yakni pendidikan masih dalam taraf memprihatinkan. Dengan adanya keprihatinan ini, baik pemerintah maupun lembaga-lembaga yang berwenang tidak bergerak untuk membangkitkan pendidikan yang masih memperihatinkan ini. Ini perluh di waspadai dengan segera. Kaum pendidik yang memunyai tingkat kemauan yang tinggi untuk bersekolah, namun tidak ada perlengkapan yakni guru-guru serta perlengkapan fasilitas sekolah tidak ada. Ya siapa yang mau bersekolah kalau semuanya tidak ada.
Pendidikan di Papua masih sangat memprihatinkan apalagi dibagian daerah-daerah terpencil itu yang lebih parah lagi. Dengan demikan, taraf keprihatinan ini, perluh adanya pertimbangan-pertimbagan khusus yang siap siap membangkit dan membenahi hal ini. Salah contoh ialah benahi guru-guru serta pembangunan sekolah fisik segera di benahi. Hal ini juga harus adanya kesepakatan dan kerja sama dari berbagai pihak antaranya Pemerintah Provinsi, Pemerintah daerah, D Pdan P dan lembaga-lembaga yang berwenang di bagian sektor pendidikan agar seceptnya membenahi pendidikan yang masih memprihatinkan ini.
Sangat parah jika tidak dibenahi dengan seksama dan segara. Jika tidak dibenahi hal ini, maka yang sebenarnya tugas pemerintah itu apa sih kata kaum pendidik. Dari sektor Pendidikan saja masih kurung di perhatinkan dengan baik apalagi yang dari sektor-sektor lain. Oleh karena itu, pihak yang berwenang di sektor pendidikan harus membenahi hal yang menyangkut tentang pendidikan yang masih memprihatinkan ini.
A. Kebodohan Anak Papua Semakin Tinggi
Bebicara tentang pendidika berarti juga berbicara tentang kesiapan Sumber Daya Mansuai (SDM). Jadi dimana tingkat kesiapan kaum pendidik. Ketika kaum pendidik memunyai ambisi yang tinggi untuk mengikuti proses belajar mengajar di sekolah maupun diluar dari sekolah tapi berkaitan dengan pembelajaran. Maka, kita sebagai orang tua harus mendukung dan memperkuat ambisinya itu. Jadi harus didukung terus. Jangan dibiarkan dengan begitu saja. Nantinya dia akan terpengaruh dengan situasi yang sedang berkembangan. Contohnya Pengaruh dari teman salah satunya. 
Jadi, tinggakat sumber daya manusia (SDM) masih kurang diperhatikan oleh berbagai pihka baik dari pihak pemerintah maupun dari lembaga-lambaga yang menangani dari sektor pendidikan maupun dari sektor SDM. SDM ini sangat penting sekali bagi sebuah bangsa. Perluh kita memperhatikan itu. Kebanyakan kita mengganggap SDM itu seperti hal yang biasa saja. Namun, tidak apa yang kita pikirkan itu salah melainkan SDM itu sangat berfungsi dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
Tujuan pengembangan sumber daya manusia menurut Martoyo (1992) adalah dapat ditingkatkannya kemampuan, keterampilan dan sikap karyawan/anggota organisasi sehingga lebih efektif dan efisien dalam mencapai sasaran-sasaran program ataupun tujuan organisasi.
Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalamme wujudkan eksistensinya. Sumber Daya Manusia(SDM) adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) didalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensinyata(real) secara fisik dan non fisikdalam mewujudkan eksistensi organisasi. http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2124600-pengertian-sumber-daya-manusia/#ixzz236BngWsI
Dengan adanya SDM yang bermutuh dan berkualitas, kita bias melakukan apa saja entah bekerja di sebuah perusahan atau kah di sebuah lembaga LSM bias saja ini karena adanya SDM yang bermutuh. SDM ini sangat penting sekali bagi nusa dan bangsa. Jadi harus dipupuk setiap pagi agar ia tumbuh dengan sumbur.
Pendidikan di Papua sangat memprihatinkan dan terlantar, karena tidak di fasilitasi dengan guru-guru yang bermutu dan berkualitas. Memang ada guru-guru di Papua namun guru-guru yang tidak memunyai keahlian (skill) yang berkualitas namun, Cuma mereka sekedar mengajar lalu ketika habis bulan mereka tidak tada tangan untuk mengambil gaji onor. Lalu pekerjaan selanjutnya apa yang mereka lalukukan? Tidak mengajar selama satu minggu, minta cuti untuk berlibur keluar kota katanya ada kepentingan di luar daerah. Hal ini yang terjadi di Tanah Papua.
Jika hal ini terjadi di Tanah Papua, maka Sumber Daya Manusia (SDM) Papua akan terus dibodohin oleh guru-guru penipu. Sangat jelas sekali, banyak kaum pendidik yang bodoh di tanah Papua. Mereka sangat mengharapkan pendidikan yang bermutuh begitupun juga dengan guru-guru yang berkualitas dan bermutu dan memunyai keahlian (skill) yang mantap. Itu harapan mereka. Karena hal ini kami tidak melihat seperti demikian. Kami selalu dibodohin oleh mereka. Kami ini seperti Orang yang tidak memunyai apa-apa di Tanah Papua kata kaum pendidik. 
Kebodohan di Tanah Papua sangan tinggi; hal ini karena kurang adanya perhatian dari pihak-pihak yang berwenang. Entah dari Pemerintah Provinsi, daerah maupun lembaga-lembaga yang menangani hal demikian. Oleh karena itu, Perluh dibenahi hal ini. Jangan dibiarkan dengan begitu saja. Jika dibiarkan maka SDM di Papua akan menjadi bodoh terus diatas Tanah Papua.
Sangat memprihatinkan sekali, dengan keberadaan seperti hal demikian, apa gunanya pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di tanah Papua. Kalau tidak ada yang ingin menangani dan melihat hal demikian. Lebih baik dibiarkan saja supaya SDM di Papua dibodohin saja oleh orang luar. Jangan kita mengharapkan dari luar. Kalau mereka memberikan yang terbaik boleh. Namun, yang kita lihatkan mereka yang selalu dan sealui melakukan pembodohan di atas Tanah Papua. Oleh karena itu, perluh dijaga SDM dan Pendidikan di Tanah Papau yang masih Memprihatinkan ini. (Alexander Gobai)

Penulis: (Tamatan 2012 dari SMA Adhi Luhur Nabire-Papua)
========================================================

Sumber:http://www.umaginews.com/

0 komentar:

Posting Komentar

KOTAK KOMENTAR

Nama

Email *

Pesan *